Kopi Aming dan Nilai Kebaikan Sepanjang Zaman

Posted on

PENERBANGAN pertama yang mendarat di Bandara Internasional Supadio berasal dari Bandara Soekarno Hatta. Masih pagi. Waktu menunjukkan Pukul 06.30 WIB. Sekilas tak ada yang beda dengan suasana penumpang di bandara. Satu persatu menuju pintu keluar.

Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (OIAA) TGB HM Zainul Majdi, satu diantara ratusan penumpang di Bandara Supadio. Di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ini TGB memang dijadwalkan mengisi sejumlah agenda. Mengisi kuliah umum dan dakwah. Mulai dari Kota Pontianak, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sintang.

“Pak, benar itu Bapak Tuan Guru Bajang?,” tanya seorang ibu.

“Iya. Benar,” jawab penulis.

“Boleh tidak kami minta foto,” sambungnya ibu itu sumringah.

“Boleh, silahkan,” jawab salah satu pendamping TGB.

Penumpang di bandara silih berganti meminta berfoto dengan TGB.

Ibu ini seolah tak bisa menutupi kegirangannya. Suaminya ditarik-tarik untuk segera mengambil gambar. Rupanya sedari dari pesawat pasutri ini telah memperhatikan TGB. Tak berapa lama, dari ujung seorang remaja muda berjalan perlahan mendekat. Pertanyaannya sama.

“Pak, itu betul TGB kan?,” tanya dia.

“Iya, benar,” sahut pendamping TGB.

Sama seperti pasutri sebelumnya, remaja berwajah oriental ini pun minta foto bersama TGB. Silih berganti mereka yang mengenal TGB meminta foto. TGB melempar senyum tiap menerima permintaan. Ada salah satu yang mengaku dari Pulau Lombok. Ia cukup fasih berbahasa Sasak.

“Tiang dari Lombok Timur tuan guru,” katanya.

Doktor Ahli Tafsir Alquran ini merespon dengan melempar beberapa pertanyaan. Diketahui kalau warga asal Lombok Timur tersebut sudah beberapa tahun bekerja di Kalimantan Barat. Ia bekerja di perkebunan.

Ustad Kahfi, Pengurus OIAA Kalbar yang menjemput TGB tak henti menerima permintaan tolong. Ia kebagian tugas baru. Mengambil foto. Bukan hanya Ustad Kahfi, Dosen IAIN Pontianak yang membersamai pun ikut mendapat tugas jadi juru foto.

Bersama Ustad Kahfi dan dosen IAIN Pontianak kemudian TGB menuju kafe bandara. Aming Coffee namanya. Ustad Kahfi bercerita kepada TGB, di Kalbar ini “warung kopi” menjadi daya tarik tersendiri. Dari warga biasa hingga pejabat doyan berjam-jam di warung kopi.

Ditengah obrolan muncul pria bertubuh jangkung. Rupanya ia adalah Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak. Ia membuka sapaan ke TGB dengan bahasa Sasak.

“Saya pernah di Lombok,” katanya.

Kepada TGB Doktor Ojie begitu biasa akrab disapa ingin kehadiran TGB memberi spirit bagi mahasiswanya. Menyongsong era 4.0 tak cukup hanya berbekal dari kampus semata. Tantangan kian kompleks. Butuh terobosan untuk meningkatkan skill mahasiswa.

“Kemajuan digital ini yang harus direspon dengan cepat. Anak-anak milenial bisa masuk dan memanfaatkan,” ujarnya.

TGB mengangguk mendengar paparan dan ide-ide dari Doktor Ojie. TGB mengakui, era teknologi 4.0 memang tak bisa lagi dibendung. Saat ini untuk membeli makanan tak perlu repot. Ada aplikasi online yang bisa digunakan 24 jam. Begitu pula dengan jualan online. Tak perlu lagi memiliki toko offline. Berbagai aplikasi online bisa dimanfaatkan untuk berjualan.

“Tentu ini semua kan soal cara Pak Dekan. Kalau dari sisi nilai, ada yang tak akan berubah,” beber TGB.

Nilai yang dimaksud, beber TGB, mengenai kejujuran, akhlaqul karimah, amanah, serta nilai-nilai kebaikan lainnya. Nilai kebaikan ini diibaratkan sebagai mata uang yang bisa dipakai di semua negara. Berlaku terus-menerus, tak berubah karena zaman.

“Jual belinya online, tapi kan kejujuran itu tak akan sirna,” ucap Cucu Pahlawan Nasional Maulanasyeikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid ini.

Ditengah obrolan, kopi tarik dan teh tarik yang dipesan datang. Warnanya coklat. Ada buih di bagian atas.

“Foto dulu. Sudah datang ini kopi khas Pontianak di Warung Aming, kita abadikan dulu ngopi dengan Pak Dekan,” kata TGB.

“Ini tak ada di tempat lain tuan guru,” ujar Ustad Kahfi menunjuk gelas di meja.

Rasa teh tarik Pontianak ini khas, rasa manisnya pas. Tak terasa obrolan ringan tersebut harus terhenti oleh waktu. Rombongan harus segera meluncur ke IAIN Pontianak. (febrian putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *