Mengenai Vaksin, TGB Sebut Bagian dari Tuntunan Agama

Posted on

Mataram-Vaksinasi menangkal Covid-19 mulai berjalan di Indonesia. Di Provinsi NTB, kepala daerah dan berbagai tokoh mulai menjalani suntik vaksin, Kamis 14 Januari 2021. Diantara yang menjalani vaksin adalah Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi.

Doktor Ahli Tafsir Alquran ini menyinggung alasan berkenan menjalani vaksinasi saat menjadi Khotib Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram.

Pertama, TGB mengatakan, ini bagian dari tuntunan agama. Di dalam maqosid syariah disebut Hifz Nafs (memelihara jiwa). Semua ikhtiar melindungi diri atau menjauhkan diri dari marabahaya itu tuntunan agama.

“Disampaikan oleh Nabi, la dharara wa la dhirar, janganlah kamu membawa kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain,” katanya, Jumat 15 Januari 2021.

“Bagi yang sudah terkena virus berobat sebaik mungkin. Sedangkan yang belum terkena salah satu ikhtiar adalah vaksinasi,” sambungnya.

Kedua, sambung TGB, seperti tertuang dalam Surat An Nisa Ayat 59, Allah berfirman, wahai semua orang beriman taati Allah, taati rasul, dan taati pemimpin kalian. Ketaatan pada pemimpin adalah yang dihajatkan pada kebaikan.

“Vaksinasi bagian dari ikhtiar pemimpin-pemimpin kita,” ucapnya.

Ketiga, Cucu Pendiri Nahdlatul Wathan TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini mengingatkan, di Alquran juga disampaikan, fasaluu ahludzikri inkuntum laa ta’lamuun, hendaklah kalian bertanya kepada para ahli, ketika informasi yang diterima masing sepotong atau dalam keraguan. Ahludzikri di dalam ayat ini adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan.

“Ketika ada penjelasan dari ahli virus ini efektif menghilangkan pandemi, BPPOM juga sudah menyebutkan ini aman, dan ulama di MUI sudah mengeluarkan sertifikat halal, tidak ada alasan tak ikut vaksinasi,” tegasnya.

TGB menyebut, tak ada alasan untuk masyarakat mengikuti panduan hanya karena postingan tak bertanggung jawab atau pendapat yang disampaikan oleh orang yang tak jelas keahliannya.

“Jangan mengikuti suara-suara dari yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,” imbuhnya.

Terakhir, Gubernur NTB periode 2008-2018 ini mengungkapkan, ayat Alquran dalam semua perintahnya selalu plural, tak menyebut satu persatu individu. Seperti perintah salat, perintah zakat, maupun perintah mentaati perintah Allah.

“Kita diperintahkaan taawanu alal birri wa taqwa, bekerjasama dalam kebaikan. Vaksinasi bagian dari itu. Ikhtiar dari orang per orang penting namun sulit menghasilkan capaian optimal kalau tak ada kesadaran kolektif,” urainya.

Vaksinasi, menurut TGB, bagian dari ikhtiar bersama. Sang penyembuh adalah Allah. Dalam kehidupan Allah meletakkan hukum sebab-akibat. Ilmu Allah ada dua. Satu berasal dari kitab suci Alquran dan satu lagi yang dihamparkan di alam.

“Ketika dapat dipertanggung jawabkan itu bagian dari ilmu Allah. Kita berharap dan berdoa kepada Allah Sang Maha Penyembuh pada ikhtiar semuanya dan mengangkat pandemi dari sekitar kita,” tutupnya.(feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *