TGB : Kebijakan Penanganan Covid-19 Harus Adil

Posted on

Mataram-Saat ini Virus Corona (Covid-19) memasuki masa “New Normal”. Pemerintah pusat mulai membuka simpul-simpul aktivitas masyarakat. Catatannya, aktivitas pada masa “New Normal” tetap mengindahkan protokol Covid-19, mulai dari penggunaan masker, physical distancing, hand sanitizer, dan berbagai aturan lain.

Ditengah dimulainya aktivitas “New Normal” di beberapa daerah di Indonesia, mengemuka pertanyaan mengenai rumah ibadah. Beberapa kalangan menilai kebijakan dari pemerintah baru menyasar berbagai hal yang berkaitan dengan ekonomi. Sementara, terkait dengan rumah ibadah masih belum mendapat atensi khusus.

Terkait kebijakan mengenai rumah ibadah di masa “New Normal” ini menjadi salah satu poin pembahasan Ketua Organisasi Islam Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi. Ketua Umum Dewan Tanfidzyah Nahdlatul Wathan ini turut serta dalam zoom meeting undangan oleh Menko Pembangunan Manusia Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Turut serta dalam rapat daring tersebut Menteri Agama Fahrur Rozi, Ketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla, turut serta tokoh ormas, dan pimpinan majelis agama.

Dalam meeting tersebut TGB mengatakan, publik menyambut baik surat edaran untuk mengisi rumah ibadah. Doktor ahli tafsir ini mengingatkan perlunya kebijakan diputuskan dengan adil.

“Pasar, mal, rumah ibadah harus diperlakukan sama. Buka, tutup, protap kesehatan, dan sebagainya. Jangan sampai ada kesan rumah ibadah dipersulit, namun tempat keramaian lain dipermudah,” kata TGB.

Menko PMK Muhadjir Effendy menggelar zoom meeting membahas situasi Virus Korona saat ini, Selasa malam 4 Juni 2020.

TGB melanjutkan, ketika rumah ibadah di lingkungan memenuhi syarat untuk dibuka kembali, masyarakat harus memanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Penuhi protokol kesehatan, karena itu bagian dari ajaran agama.

“Jangan memudharatkan diri sendiri dan orang lain,” lanjutnya.

Secara rinci TGB HM Zainul Majdi menuliskan beberapa poin dari diskusi tertutup tersebut dalam akun Intagram @tuangurubajang. Berikut ini ulasan cucu dari pendiri Nahdlatul Wathan.

Alhamdulillah.
Semalam saya mengikuti Zoom Meeting atas undangan Menko PMK Bapak Muhadjir Effendy @muhadjir_effendy . Hadir pula Menag Bapak Fahrul Rozi , Ketum DMI Bapak H. M. Jusuf Kalla @jusufkalla dan para tokoh Ormas Islam serta para pimpinan majelis agama. °

Menag memaparkan Surat Edaran Menag terkait regulasi pemanfaatan rumah ibadah dalam situasi pandemi ini. Semua menyambut baik karena umat memang memang sudah sangat rindu mengisi rumah ibadah. °

Saya sampaikan dalam pertemuan itu dua hal.
Pertama, semua kebijakan harus adil. Pasar, mal, rumah ibadah harus diperlakukan sama. Buka, tutup, protap kesehatan dan sebagainya. Jangan sampai ada kesan rumah ibadah dipersulit, namun tempat keramaian lain dipermudah. °

Kedua, fungsi pelayanan harus dikedepankan. Perangkat negara harus memfasilitasi pengurus rumah ibadah untuk melengkapi syarat pemanfaatan, termasuk protokol kesehatan. Thermostat, hand sanitizer, panduan physical distancing harus terfasilitasi dengan baik. Pengurusan dokumen juga harus dimudahkan. Tidak semua pengurus rumah ibadah familiar dengan hal-hal seperti ini. °

Pada saatnya, ketika rumah ibadah di lingkungan kita memenuhi syarat untuk dibuka kembali, mari kita manfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Penuhi protokol kesehatan, karena itu bagian dari ajaran agama.

Ingat pesan Rasulullah SAW,

لا ضرر و لا ضرار

Jangan memudaratkan diri sendiri dan orang lain..

Hingga saat ini Covid-19 belum hilang sepenuhnya dari Indonesia. Masyarakat harus tetap mengikuti arahan dari pemerintah. Mengikuti protokol yang telah digariskan. Berbagai masukan dan kritikan dalam penanganan Virus Korona telah disampaikan pada pemerintah oleh berbagai tokoh.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *