Tentang Gus Dur

TGB : Maulanasyaikh Mengistimewakan Gus Dur

Posted on
Mataram-Sosok Guru Bangsa KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur seolah tidak ada habisnya dibahas. Haul Gus Dur kesebelas digelar secara hybrid oleh GusDurian Kairo, Rabu 24 Maret 2021. Hadir sebagai pembicara Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi, Koordinator Nasional Jaringan GusDurian Alissa Wahid, Intelektual Nahdlatul Ulama Gus Ulil Absar Abdalla, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi, Founder Ngaji KGI Dr Nur Rofiah, serta Pegiat Dakwah Milenial Habib Husain Ja’far Al-Hadar.

Dalam diskusi tersebut, terungkap bila TGB puluhan tahun silam pernah menyaksikan pertemuan Gus Dur dengan Sang Kakek, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI), maupun Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyah (NBDI) ini. Saat itu, Doktor Ahli Tafsir Alquran ini masih kelas satu Aliyah.

Sekitar Tahun 1988 setelah pulang sekolah TGB melihat ada mobil masuk halaman rumah Maulanasyaikh. Kejadian saat itu agak tak biasa, lazimnya tamu yang datang memarkir mobil diluar gerbang.

“Ini mobil masuk. Ustad Rofii Akbar sopirnya. Tidak lama ada pria lagi turun, badannya gemuk pakai peci dan baju batik lengan pendek. Langsung menuju rumah Ninik Maulanasyaikh,” ceritanya.

TGB HM Zainul Majdi berada di ruangan KH Abdurrahman Wahid di Kantor PBNU, ditemani oleh Penanggung Jawab Pojok Gus Dur Basori Qusyairi.

Keluar dari ruangan, sambung Ketua Umum Dewan Tanfidziyah NWDI ini, Maulanasyaikh menemui Gus Dur menggunakan pakaian khusus yang diberikan oleh Syaikh Hasat Al Masyath. Lengkap jubah dengan surban. Biasa pakaian yang dikenakan oleh Maulanasyaikh ini digunakan saat ada ulama-ulama datang, seperti Syaikh Yasin Isa Al Fadani.

“Kemudian Gus Dur dipeluk Maulanasyaikh. Saya waktu itu belum tahu. Satu jam kemudian Gus Dur keluar dan jalan diiringi oleh Maulanasyaikh¬† sampai mobil. Ditengah jalan, Gus Dur seperti meminta tak diantar sampai ke mobil,” sambungnya.

Kepada TGB kemudian Maulanasyaikh menyampaikan bila tamu yang datang itu adalah Abdurrahman Ad Dakhil, orang kebanyakan mengenal dengan nama Gus Dur. Manakib tentang Gus Dur, ini menjadi pengalaman tersendiri bagi TGB menyaksikan Maulanasyaikh menyambut Gus Dur. Saat Wakil Presiden  Indonesia datang saja, Maulanasyaikh tidak menyambut khusus seperti itu. Ini menunjukkan Maulanasyaikh memberi penghormatan pada Gus Dur.

“Tentu secara menyeluruh, tidak hanya Gus Dur. Kepada keseluruhan keluarga Gus Dur hingga kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari,” urainya.

Setelah pertemuan itu, lanjut TGB, ia berjumpa lagi ketika cucu Pendiri Nahdlatul Ulama itu menjadi Presiden Indonesia. Ia bersama rombongan diterima secara sederhana. Saat itu, Gus Dur berkisah ketika berada di Kairo, Mesir. Detil cerita-cerita film disampaikan oleh Gus Dur.

“Pengalaman saat berada di bioskop. Dari interaksi itu saya sadar, beliau melihat segala sesuatu menjadi medium pembelajaran. Yang patut ditiru dari Gus Dur semua hal bisa menjadi sumber ilmu dan pembelajaran,” tutupnya.(feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *