TGB : Jangan Membangun Kebencian dengan Keturunan PKI

Posted on

Mataram-September selalu menjadi bulan yang menghebohkan. Narasi mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI) mengemuka. Isu mengenai peristiwa yang dikenal dengan G30S/PKI ini bahkan sampai menyeret anak-cucu mereka. Stigma negatif terus dilontarkan.

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi memberikan penjelasan mengenai hal itu usai pengajian di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Jumat (2/10)

“Bagi kita G30S/PKI itu nyata bukan cerita. Bukan hanya Tahun 1965 mereka memberontak dengan pembunuhan dan pengerusakan. Di tahun 1948 juga terjadi di Madiun, tiga tahun setelah Indonesia merdeka,” katanya.

Kekejaman yang dilakukan oleh PKI, kata TGB, sebenarnya tidak hanya sekali. Sebelumnya pesantren diserang. Hanya saja, yang menjadi perhatian adalah peristiwa besar di Tahun 1948 di Madiun dan Tahun 1965.

Seperti diketahui, pemberontakan 1965 yang dilakukan PKI diwarnai dengan pembunuhan Jendral TNI Angkatan Darat (AD) serta kudeta terhadap pemerintahan yang sah di Indonesia.

Belajar dari kejadian tersebut, lanjut TGB, sudah sepatutnya bangsa Indonesia waspada akan ancaman komunis, itu bisa terjadi lagi bila tidak diantisipasi.

“Tapi, waspada itu bukan berarti paranoid, membuat ilusi. Akhirnya sesama muslim sampai terseret,” ujarnya.

“Waspada, iya. Jangan membuat ketakutan berlebihan, diciptakan ketakutan. Umat Islam tidak boleh takut. Ideologi komunis sudah dilarang. Orang berpaham komunis sudah hilang? wallahu alam bisa jadi masih,” sambungnya.

Berikutnya, TGB mengungkapkan, di dalam Surat Al Muassir, Allah berfirman kullu nafsin bimaa kasabat rahiinaatun, setiap orang bertanggung jawab atas amalnya. Tidak ada satu jiwa menanggung dosa yang lain atau disebut dosa warisan.

“Hati-anak cucu PKI, keturunannya pasti jahat, pasti komunis seperti orang tuanya. Orang tua tidak baik, apa anaknya tidak baik? Belum tentu,” bebernya.

Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Nahdlatul Wathan ini melanjutkan, betapa banyak orang baik lahir dari orang tidak baik. Seperti Utbah, anak Abu Lahab. Ada juga Ikrimah, putra Abu Jahal yang dikenal sadis, anaknya menjadi pahlawan. Bahkan menjadi syuhada, wafat di medan perang.

“Jangan kita ikut agitasi, mudah diprovokasi. Ada anak komunis, bangga jadi anak PKI. Cuma banyak juga tidak ada hubungan dari orang tua. Tidak boleh menimpakan kesalahan orang tua kepada anak,” tegasnya.

TGB mengingatkan, tidak boleh membangun kebencian dengan keturunan PKI. Prinsip agama harus ditegakkan. Tidak ada dosa ditanggung anak dan cucu.

“Jangan berlebihan. Jangan mengecap orang tidak bersalah dan mendzolimi orang tidak bersalah,” tutupnya.(feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *